Robot AMR untuk Handling Material dari Warehouse ke Assembly Line hingga Finish Good Terintegrasi WMS

Share

Apa Itu Robot AMR?

Autonomous Mobile Robot (AMR) adalah robot bergerak pintar yang mampu bernavigasi secara otomatis menggunakan sensor, laser scanner, kamera, dan teknologi mapping tanpa membutuhkan jalur tetap seperti AGV konvensional.

Robot AMR mampu:

  • Membaca kondisi lingkungan secara real-time
  • Menghindari obstacle secara otomatis
  • Menentukan rute tercepat
  • Berintegrasi dengan sistem WMS, MES, ERP, maupun conveyor
  • Melakukan transportasi trolley, pallet, rack, atau material box

Berbeda dengan forklift manual atau hand pallet biasa, AMR mampu bekerja 24 jam dengan tingkat konsistensi tinggi.

PT Artifa Sukses Persada (Infinitigroup) salah satu perusahaan lokal Indonesia yang berlokasi di Bekasi, merupakan perusahaan teknologi yang memprovide atau mendukung juga pengembangan material handling dengan AMR dari warehouse ke finish good yang integrasi dengan WMS dan mampu memberikan solusi efisiensi dan monitoring lebih baik.

Alur Proses AMR: Tiga Zona Utama
Dalam implementasi di pabrik manufaktur, alur kerja AMR umumnya dibagi menjadi tiga zona operasional yang saling terhubung. Setiap zona memiliki karakteristik, tantangan, dan persyaratan teknis yang berbeda.

Fase 1 — Warehouse ke Assembly Line

  1. WMS menerima production order — sistem memvalidasi ketersediaan stok dan menentukan lokasi bahan baku di rak gudang.
  2. Task dispatch ke AMR — WMS memilih AMR yang paling efisien (berdasarkan posisi saat ini, kapasitas baterai, dan beban kerja) melalui fleet management software.
  3. AMR navigasi ke lokasi rak — menggunakan peta SLAM yang diperbarui real-time, AMR bergerak menghindari manusia, forklift, dan rintangan lain secara dinamis.
  4. Picking dan verifikasi — di picking station, operator atau arm robot melakukan pengambilan barang, dilanjutkan scan barcode/RFID untuk konfirmasi ke WMS.
  5. Transport ke assembly line — AMR membawa muatan menuju drop point yang telah ditentukan di lini produksi, mengikuti rute optimal yang dihitung ulang secara dinamis jika ada hambatan.
  6. Unload dan konfirmasi — setelah material diturunkan di drop buffer workstation, AMR mengirim sinyal konfirmasi ke WMS dan WMS memperbarui status inventaris secara otomatis.

Fase 2 — Assembly Line ke Area Finished Goods

  1. Trigger dari MES/sensor — produk jadi terdeteksi di titik akhir assembly. WMS menerima notifikasi dan membuat pick task baru.
  2. AMR dijadwalkan dan dikirim — fleet management memastikan AMR yang sesuai kapasitas dan jarak terdekat menerima task.
  3. Pengambilan produk jadi — AMR dilengkapi dengan attachment yang sesuai (roller conveyor top, pin hook, atau forklift attachment) mengambil produk dari conveyor atau staging pendek.
  4. Transport ke area QC — AMR membawa produk ke zona inspeksi kualitas, di mana QC checker melakukan pemeriksaan. Status inspeksi diinput ke WMS.
  5. Pengiriman ke staging outbound — produk yang lolos QC diantar ke area staging sesuai tujuan pengiriman (area per pelanggan, per tanggal kirim, atau per truk).
  6. Update WMS dan laporan — setiap perpindahan dicatat secara real-time, menghasilkan data yang akurat untuk laporan produksi, OEE (Overall Equipment Effectiveness), dan perencanaan pengiriman.

Manfaat Nyata Implementasi AMR di Pabrik

FAQ — Pertanyaan Umum

  1. Apakah AMR bisa bekerja berdampingan dengan manusia?
  2. Bagaimana jika layout pabrik berubah?
  3. Berapa banyak AMR yang dibutuhkan?
  4. Apakah WMS yang sudah ada perlu diganti?
  5. Bagaimana AMR mengisi daya baterai?
  6. Berapa biaya investasi yang dibutuhkan?

Untuk menjawab itu semua silahkan bisa menghubungi kami di sales.engineer02@asp-tech.id atau bisa kontak WA di sales

#InfinitiGroup #InspireTheBetterWay #ASP #ASP-Tech #Infinovation #Industri4.0 #Otomatisasi #MaterialHandling #IOT #Automation #AI #Efisiensi #AGV #AutonomousGuidedVehicle #AMR #Forklift #Safety #ForkliftMobileRobot #MaterialHandling #Logistic #LogisticAutomation #AutonomousMobileRobot #FMR #ForklisftMobileRobot #FORXS #SPARXS #WMS #Produktivitas #SmartFactory #SmartWarehouse #SmartManufacturing #Robot #Conveyor #Solution #TransformasiDigital #SolusiLokal #PerusahaanTeknologiLokalYangAndal #TechCompany #Business #Education #AfterSales #CEX #Cikarang #Bekasi#JawaBarat #JawaTengah #JawaTimur #Indonesia

Di Balik Layar “Zero Downtime” PT Artifa Sukses Persada: Mengapa Layanan Purnajual Jadi Kunci Otomasi Pabrik

Prev

Preventif: Menjaga Performa Maksimal AGV, AMR, dan FMR.Mencegah Sebelum Terhenti ! Pernting nya Perawatan untuk Robot

Next